September 18, 2026

Dari TikTok ke AI, Zhang Yiming Kini Jadi Orang Terkaya Asia

Dari TikTok ke AI, Zhang Yiming Kini Jadi Orang Terkaya Asia

Prime Headline – TikTok ke AI menjadi perjalanan bisnis yang membawa Zhang Yiming memasuki babak baru dalam industri teknologi Asia. Pendiri ByteDance tersebut kini berada di posisi teratas daftar orang terkaya Asia versi Bloomberg Billionaires Index. Kekayaannya diperkirakan mencapai sekitar US$105 miliar atau setara Rp1.857 triliun berdasarkan nilai tukar yang digunakan dalam laporan terkait. Namun, cerita di balik kenaikan tersebut bukan hanya tentang TikTok. ByteDance kini semakin serius mengembangkan kecerdasan buatan sebagai sumber pertumbuhan berikutnya. Doubao, Seedance, dan sejumlah proyek AI memperlihatkan arah baru perusahaan. Pada saat yang sama, kenaikan valuasi ByteDance turut mengangkat estimasi kekayaan Zhang. Perubahan ini menunjukkan satu hal menarik. Perusahaan yang dahulu identik dengan video pendek kini berkembang menjadi pemain teknologi dengan ambisi jauh lebih luas.

Baca Juga: Zuckerberg Tolak Pembatasan AI, Yakin Industri Mampu Kendalikan Risikonya

TikTok ke AI Membuka Babak Baru ByteDance

Perjalanan TikTok ke AI memperlihatkan bagaimana ByteDance terus mencari ruang pertumbuhan baru. TikTok memang menjadi produk yang mengangkat nama perusahaan ke tingkat global. Namun, ByteDance tidak ingin bergantung pada satu platform. Karena itu, perusahaan mulai menempatkan kecerdasan buatan sebagai bagian penting dari strategi jangka panjang. Arah tersebut terlihat dari pengembangan chatbot, model video generatif, dan teknologi berbasis AI lainnya. Strategi ini cukup masuk akal. ByteDance telah memiliki pengalaman panjang dalam membangun sistem rekomendasi berbasis algoritma. Selain itu, perusahaan mengelola ekosistem konten dalam skala sangat besar. Modal teknologi tersebut memberi ByteDance fondasi untuk memasuki persaingan AI. Meski demikian, tantangannya juga semakin berat. Pasar AI berkembang cepat dan dipenuhi perusahaan besar. Oleh sebab itu, keberhasilan TikTok belum tentu dapat langsung diulang pada bisnis AI.

Kekayaan Zhang Yiming Melonjak dalam Beberapa Tahun

Perubahan nilai kekayaan Zhang Yiming berlangsung sangat cepat. Ketika Bloomberg mulai memasukkan kekayaannya ke dalam indeks pada Maret 2019, nilainya berada di kisaran US$13 miliar. Kini, estimasinya telah mencapai sekitar US$105 miliar. Dengan demikian, nilainya meningkat lebih dari delapan kali lipat dalam kurun sekitar tujuh tahun. Kenaikan tersebut terutama berkaitan dengan kepemilikan Zhang di ByteDance. Perusahaan teknologi itu berkembang pesat seiring pertumbuhan TikTok dan bisnis digital lainnya. Selain itu, ekspektasi terhadap masa depan bisnis AI ikut memengaruhi cara investor melihat ByteDance. Namun, angka kekayaan tersebut tetap merupakan estimasi. Sebagian besar kekayaan Zhang tidak berbentuk uang tunai. Nilainya mengikuti perhitungan atas kepemilikan perusahaan dan aset lainnya. Karena ByteDance juga belum menjadi perusahaan publik, valuasinya dapat berubah mengikuti transaksi dan penilaian investor.

TikTok Menjadi Fondasi Pertumbuhan Global

Sebelum AI menjadi sorotan, TikTok telah lebih dahulu mengubah posisi ByteDance dalam industri teknologi. Platform video pendek itu berhasil membangun basis pengguna internasional dalam waktu relatif cepat. Salah satu kekuatannya terletak pada sistem rekomendasi konten. Pengguna tidak harus mengikuti banyak akun untuk menemukan video yang relevan. Sebaliknya, algoritma terus mempelajari pola interaksi dan menyesuaikan rekomendasi. Pendekatan tersebut kemudian banyak diikuti platform digital lain. Selain TikTok, ByteDance juga mengoperasikan Douyin di China. Pengalaman mengelola dua ekosistem besar memberikan perusahaan pengetahuan luas mengenai distribusi konten digital. Namun, keberhasilan itu juga membawa tantangan regulasi di berbagai negara. Oleh karena itu, ByteDance perlu terus melakukan diversifikasi. Perusahaan tidak bisa hanya mengandalkan pertumbuhan media sosial. AI kemudian muncul sebagai salah satu area yang dianggap memiliki peluang besar untuk masa depan.

Doubao Menjadi Andalan ByteDance di Persaingan AI

Salah satu produk penting dalam strategi TikTok ke AI adalah Doubao. Layanan ini menjadi bagian dari upaya ByteDance membangun ekosistem kecerdasan buatan di China. Doubao menawarkan kemampuan percakapan berbasis AI serta berbagai fungsi untuk membantu pengguna mengolah informasi. Kehadirannya menempatkan ByteDance dalam persaingan langsung dengan sejumlah perusahaan teknologi China. Selain itu, popularitas layanan AI konsumen membuka peluang bisnis baru. ByteDance dapat mengembangkan fitur produktivitas, pencarian, pembuatan konten, hingga layanan berbasis agen AI. Meski begitu, pasar tersebut sangat kompetitif. Perusahaan teknologi terus memperbarui model mereka dalam waktu singkat. Karena itu, ByteDance perlu menjaga kualitas model sekaligus menekan biaya komputasi. Pengalaman perusahaan dalam mengembangkan produk digital berskala besar menjadi keuntungan. Namun, kemampuan mempertahankan pengguna akan menentukan apakah Doubao mampu berkembang menjadi bisnis sebesar platform ByteDance lainnya.

Seedance Membawa Ambisi AI ke Dunia Video

ByteDance juga memiliki keunggulan alami pada konten visual. Pengalaman panjang melalui TikTok membuat video menjadi bagian penting dari identitas perusahaan. Oleh sebab itu, pengembangan Seedance terasa sebagai langkah yang cukup strategis. Model AI tersebut dirancang untuk menghasilkan video berdasarkan perintah pengguna. Teknologi seperti ini berkembang pesat karena kreator membutuhkan cara yang lebih cepat untuk menghasilkan visual. Selain itu, AI video mulai digunakan dalam pemasaran, hiburan, pendidikan, dan produksi konten digital. Bagi ByteDance, hubungan antara teknologi video generatif dan ekosistem konten membuka banyak kemungkinan. Namun, peluang itu datang bersama tantangan. Model video membutuhkan daya komputasi besar dan harus menghasilkan gerakan yang konsisten. Persoalan hak cipta serta keamanan konten juga perlu diperhatikan. Karena itu, Seedance bukan hanya proyek teknologi. Produk tersebut dapat menjadi pengujian penting terhadap kemampuan ByteDance mengubah inovasi AI menjadi layanan yang digunakan secara luas.

Valuasi ByteDance Ikut Mengangkat Kekayaan Zhang

Kenaikan kekayaan Zhang Yiming dalam waktu singkat berkaitan erat dengan perubahan valuasi ByteDance. Bloomberg memperbarui perhitungannya dengan mempertimbangkan penilaian dari sejumlah perusahaan investasi global. BlackRock, Fidelity Investments, dan T. Rowe Price termasuk nama yang dikaitkan dengan penilaian tersebut. Akibatnya, estimasi nilai kepemilikan Zhang ikut meningkat. Dalam sekitar satu bulan, kekayaannya dilaporkan bertambah lebih dari US$12 miliar. Meski demikian, menghitung nilai perusahaan privat memiliki tantangan tersendiri. Saham ByteDance tidak diperdagangkan setiap hari di bursa. Oleh sebab itu, tidak ada harga pasar terbuka yang dapat digunakan seperti pada perusahaan publik. Bloomberg juga menerapkan penyesuaian risiko dalam perhitungannya. Kondisi tersebut menjelaskan mengapa estimasi kekayaan Zhang dapat berbeda antara satu indeks miliarder dan indeks lainnya. Jadi, angka US$105 miliar sebaiknya dipahami sebagai perkiraan nilai aset pada periode tertentu.

Persaingan AI China Semakin Sulit Diprediksi

ByteDance bukan satu-satunya perusahaan yang melihat AI sebagai peluang besar. China memiliki ekosistem teknologi yang semakin kompetitif. Perusahaan besar hingga startup berlomba membangun model bahasa, chatbot, generator video, dan berbagai aplikasi AI. Akibatnya, keunggulan teknologi dapat berubah dengan cepat. Produk yang unggul hari ini belum tentu mempertahankan posisinya beberapa bulan kemudian. Selain kualitas model, perusahaan juga bersaing dalam harga dan efisiensi komputasi. ByteDance memiliki modal berupa skala pengguna dan pengalaman algoritma. Namun, pesaing juga memiliki kekuatan masing-masing. Karena itu, investasi besar belum otomatis menghasilkan dominasi. Dalam pandangan bisnis, persaingan ini justru membuat ekspansi ByteDance menarik untuk diamati. Perusahaan perlu menemukan hubungan antara teknologi AI dan produk yang benar-benar dibutuhkan pengguna. Jika berhasil, ByteDance dapat memiliki sumber pertumbuhan baru di luar media sosial dan periklanan digital.

Baca Juga: Xi Jinping Dorong China Berperan dalam Tata Kelola AI Global

TikTok Tetap Penting di Tengah Ekspansi AI

Meskipun ByteDance semakin agresif mengejar AI, TikTok tetap menjadi aset strategis. Platform tersebut memberikan jangkauan global sekaligus pengalaman dalam memahami perilaku pengguna digital. Selain itu, TikTok memiliki ekosistem kreator yang sangat besar. Kondisi ini dapat membuka peluang integrasi teknologi AI dalam proses produksi konten. Kreator, misalnya, dapat menggunakan AI untuk membuat konsep, visual, atau mengembangkan ide video dengan lebih cepat. Namun, ByteDance tetap harus menghadapi persoalan regulasi. TikTok selama beberapa tahun menjadi pusat perdebatan di Amerika Serikat terkait kepemilikan dan keamanan data. Perkembangan struktur bisnis TikTok di AS pada 2026 membantu mengurangi sebagian ketidakpastian tersebut. Meski begitu, risiko regulasi belum sepenuhnya hilang. Oleh karena itu, diversifikasi teknologi menjadi semakin relevan. ByteDance membutuhkan beberapa mesin pertumbuhan agar masa depannya tidak bergantung pada satu produk atau satu pasar.

Posisi Zhang Menandai Pergeseran Kekayaan Asia

Naiknya Zhang Yiming dalam daftar miliarder Asia juga menggambarkan perubahan sumber kekayaan di kawasan tersebut. Sebelumnya, posisi teratas sering dikaitkan dengan bisnis energi, infrastruktur, manufaktur, properti, dan ritel. Kini, perusahaan digital mampu menciptakan nilai ekonomi dalam skala serupa. Perubahan tersebut tidak terjadi dalam semalam. Internet, smartphone, cloud computing, dan AI telah menciptakan model bisnis yang dapat berkembang lintas negara dengan cepat. ByteDance menjadi salah satu contoh paling jelas. Perusahaan tumbuh melalui algoritma dan distribusi konten, bukan jaringan aset fisik yang sangat besar. Namun, posisi dalam daftar kekayaan tentu dapat berubah. Valuasi perusahaan, harga saham, kurs, serta kondisi ekonomi dapat memengaruhi perhitungan setiap saat. Karena itu, hal yang lebih menarik bukan sekadar peringkat Zhang. Transformasi ByteDance memperlihatkan semakin besarnya nilai teknologi dalam peta ekonomi Asia.

ByteDance Kini Mengejar Peluang Setelah Era Video Pendek

Perjalanan TikTok ke AI belum mencapai titik akhir. Justru, ByteDance sedang memasuki fase yang dapat menentukan arah perusahaan untuk beberapa tahun ke depan. TikTok telah membuktikan kemampuan ByteDance membangun produk global. Kini, perusahaan harus menunjukkan apakah pengalaman tersebut dapat diterjemahkan ke industri AI. Doubao dan Seedance memberikan gambaran awal mengenai strategi yang ditempuh. Namun, perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat. ByteDance harus terus berinvestasi pada model, infrastruktur, talenta, dan keamanan produk. Pada saat yang sama, perusahaan perlu menemukan cara menghasilkan pendapatan dari layanan AI tanpa mengurangi pengalaman pengguna. Kenaikan kekayaan Zhang Yiming mencerminkan besarnya ekspektasi terhadap ByteDance saat ini. Meski demikian, valuasi tinggi juga membawa tuntutan yang besar. Jika TikTok menjadi simbol keberhasilan ByteDance pada era video pendek, AI berpotensi menentukan identitas perusahaan pada babak teknologi berikutnya.