May 29, 2026

Jalan Raya Lenteng Agung Ambles, Jakarta Selatan Macet Parah

Jalan Raya Lenteng Agung Ambles, Jakarta Selatan Macet Parah

Prime Headline – Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, arah ke Depok menghadapi kemacetan parah pada Jumat (29/5) pagi. Jalan amblas yang mulai terlihat sejak Rabu malam memicu antrean panjang kendaraan. Kondisi ini membuat warga dan pengendara panik, sementara petugas Bina Marga dan PPSU segera melakukan pemantauan. Situasi ini menunjukkan pentingnya pemeliharaan infrastruktur jalan secara cepat dan tepat agar aktivitas warga tidak terganggu. Meski terjadi sejak dua hari lalu, efeknya baru terasa secara signifikan pada hari ini, membuat masyarakat perlu mencari jalur alternatif.

Deteksi Awal dan Tindakan SDBM Jakarta Selatan

Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan (SDBM) menerima laporan pertama tentang amblasnya jalan pada Rabu malam dari warga dan petugas PPSU. Kondisi jalan yang mulai terdeteksi agak dalam membuat pihak Bina Marga merencanakan pemantauan keesokan paginya. Pada Kamis (28/5), tim SDBM melakukan penanganan awal menggunakan coldmix untuk menjaga keamanan. Langkah ini menunjukkan respons cepat pemerintah dalam menghadapi kerusakan infrastruktur dan menahan risiko kecelakaan, meski kondisi jalan terus berkembang hingga kemacetan parah terjadi.

Baca juga: Menkeu Purbaya, Tegaskan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61%

Koordinasi dengan Suku Dinas SDA dan Penyebab Ambles

Selain perbaikan darurat, pihak Bina Marga berkoordinasi dengan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan. Dugaan awal menyebutkan saluran air yang rusak menjadi pemicu amblesnya jalan. Pemantauan di lapangan mengonfirmasi bagian bawah jalan kopong dan membutuhkan penanganan serius. Tim SDA segera mengidentifikasi lokasi yang membutuhkan perbaikan untuk mengamankan infrastruktur. Koordinasi antar instansi ini penting agar solusi yang diterapkan tepat sasaran dan tidak menimbulkan masalah baru, seperti kerusakan berulang.

Penanganan Lanjutan dan Langkah Pengamanan

Pemantauan kedua dilakukan Kamis sore, menunjukkan kondisi jalan kembali mengalami ambles dan retak meski sebelumnya sudah ditangani. Petugas Bina Marga memasang water barrier untuk mengamankan lokasi. Pada Kamis malam, jalan ambles melebar hingga menutup dua lajur. Langkah pengamanan ini menjadi prioritas untuk mencegah kecelakaan. Hal ini menekankan pentingnya penanganan darurat yang komprehensif di tengah kondisi jalan yang rapuh dan padat kendaraan.

Dampak Terhadap Lalu Lintas dan Kepadatan Jalan

Menurut TMC Polda Metro Jaya, kepadatan terjadi dari arah Pasar Minggu menuju Depok. Lalu lintas padat merayap sejak pascaputaran tapal kuda Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Penyempitan lajur akibat jalan amblas membuat kendaraan bergerak lambat, memicu antrean panjang. Video yang dibagikan menunjukkan lobang besar di tengah jalan dan kendaraan yang berhati-hati melintas. Kondisi ini mengingatkan pentingnya perencanaan jalur alternatif agar mobilitas warga tetap terjaga.

Baca juga: Prabowo Kembali ke Paris, Diplomasi yang Kini Tak Lagi Sekadar Seremonial

Rekomendasi Rute Alternatif dan Imbauan Pengendara

Polisi mengimbau pengendara mencari jalur alternatif untuk mengurangi kepadatan. Dengan satu lajur yang bisa dilewati dan dua lajur tersisa yang sempit, keselamatan pengendara menjadi prioritas utama. Pengguna jalan diarahkan untuk berhati-hati dan mengantisipasi kemacetan. Imbauan ini penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan akibat kondisi jalan yang tidak stabil.

Pentingnya Pemeliharaan Infrastruktur Jalan

Kasus Jalan Raya Lenteng Agung menunjukkan betapa krusialnya pemeliharaan rutin. Kerusakan yang tidak ditangani dapat memicu kemacetan dan risiko keselamatan. Investasi infrastruktur jalan yang berkelanjutan dapat mengurangi dampak ambles atau retak jalan, sekaligus menjaga mobilitas warga. Pemerintah perlu meninjau kembali strategi pemeliharaan untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa depan.

Langkah Lanjutan dari Pemerintah

SDBM bersama pihak SDA telah merencanakan perbaikan menyeluruh pada saluran air yang menjadi penyebab utama. Setelah saluran diperbaiki, Bina Marga akan menuntaskan perbaikan permukaan jalan. Kolaborasi ini menunjukkan upaya pemerintah untuk memulihkan kondisi jalan dan memastikan arus lalu lintas kembali normal. Langkah ini juga menjadi pelajaran penting bagi kota besar terkait penanganan infrastruktur kritis di tengah tekanan lalu lintas padat.