Teknologi AI dan GPS Bantu Aerotrans Pangkas Biaya hingga Rp200 Juta
Prime Headline – Teknologi AI kini semakin berperan dalam meningkatkan efisiensi industri transportasi. Salah satu contohnya terlihat dari penerapan sistem GPS dan kamera pintar oleh PT Aerotrans Services Indonesia. Perusahaan transportasi yang tergabung dalam Garuda Indonesia Group tersebut mengklaim mampu menghemat biaya operasional hingga Rp200 juta setiap hari. Penghematan ini didukung pemantauan kendaraan, analisis perilaku pengemudi, serta pengelolaan armada berbasis data. Selain membantu menekan pengeluaran, teknologi tersebut juga digunakan untuk meningkatkan keselamatan perjalanan.
Baca Juga: Watch GT 7 Series Bawa Teknologi Kesehatan Baru, Huawei Ungkap Keunggulannya
Teknologi AI Mengubah Cara Perusahaan Mengelola Armada
Pengelolaan kendaraan dalam jumlah besar membutuhkan pengawasan yang konsisten. Sebelumnya, perusahaan transportasi sering mengandalkan laporan manual untuk mengetahui kondisi operasional. Namun, perkembangan teknologi memungkinkan berbagai informasi dikumpulkan secara otomatis. Aerotrans memanfaatkan sistem telematika Geotab untuk memantau lokasi kendaraan, aktivitas pengemudi, dan kondisi armada. Melalui platform digital, tim operasional dapat mengakses informasi yang dibutuhkan dengan lebih cepat. Dengan demikian, perusahaan memiliki dasar yang lebih jelas ketika menentukan langkah perbaikan. Pendekatan ini juga membantu mengurangi ketergantungan pada perkiraan yang belum didukung data.
Aerotrans Klaim Penghematan Mencapai Rp200 Juta Sehari
Direktur PT Aerotrans Services Indonesia, Kadek Bayu Temaja, menjelaskan bahwa penggunaan sistem digital memberikan manfaat terhadap efisiensi perusahaan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Media Roundtable Geotab bertajuk “Smarter Fleets, Safer Roads” di Jakarta pada 8 Oktober 2026. Menurut Kadek, penghematan operasional dapat mencapai Rp200 juta setiap hari. Angka tersebut berasal dari berbagai aspek pengelolaan armada, termasuk penggunaan bahan bakar dan pemantauan kendaraan. Meski demikian, perusahaan belum memaparkan rincian perhitungan secara lengkap dalam informasi yang tersedia. Karena itu, nilai penghematan tersebut perlu dipahami sebagai klaim Aerotrans.
Kamera Pintar Membantu Memantau Perilaku Pengemudi
Selain GPS, kamera berbasis kecerdasan buatan menjadi bagian penting dalam sistem pengawasan armada. Perangkat ini dapat membantu mengenali sejumlah perilaku berisiko selama perjalanan. Contohnya meliputi penggunaan ponsel, gangguan konsentrasi, dan kebiasaan berkendara terlalu dekat dengan kendaraan lain. Sementara itu, data telematika mencatat aktivitas seperti pengereman mendadak dan akselerasi agresif. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk mengevaluasi kebiasaan pengemudi. Dengan pemantauan yang lebih terukur, perusahaan dapat menentukan kebutuhan pelatihan secara tepat. Meski begitu, penggunaan kamera tetap perlu memperhatikan perlindungan data dan privasi pekerja.
Data Geotab Menunjukkan Perbaikan Keselamatan Armada
Penerapan teknologi AI dan telematika disebut menghasilkan perubahan pada sejumlah indikator keselamatan Aerotrans. Berdasarkan data yang dipaparkan Geotab, kejadian pengereman mendadak mengalami penurunan sebesar 57 persen. Selain itu, akselerasi agresif berkurang 66 persen. Waktu kendaraan berhenti dengan mesin tetap menyala juga turun 22 persen. Kadek menyebut indikator keamanan armada meningkat dari sekitar 70 persen menjadi 89 persen. Angka tersebut menunjukkan perbaikan menurut pengukuran perusahaan. Namun, periode pengamatan dan metode penilaiannya tetap perlu diperhatikan. Informasi tersebut penting agar hasil penerapan teknologi dapat dibandingkan secara objektif.
Evaluasi Pengemudi Kini Mengandalkan Informasi Digital
Data perjalanan tidak hanya digunakan untuk mengawasi kendaraan. Aerotrans juga memanfaatkannya sebagai bahan evaluasi terhadap kinerja pengemudi. Mereka yang menunjukkan perilaku berkendara baik dapat memperoleh penghargaan dari perusahaan. Sebaliknya, pengemudi dengan catatan berisiko mendapatkan pembinaan sesuai kebutuhan. Pendekatan ini memungkinkan evaluasi dilakukan berdasarkan indikator yang lebih terukur. Selain itu, perusahaan dapat mengidentifikasi kebiasaan yang berpotensi meningkatkan konsumsi bahan bakar atau risiko kecelakaan. Walaupun demikian, data digital sebaiknya tetap dilengkapi penilaian manusia. Sebab, kondisi jalan dan situasi darurat juga dapat memengaruhi perilaku berkendara.
Layanan Travl Ikut Menggunakan GPS dan Kamera AI
Pemanfaatan sistem Geotab tidak hanya dilakukan Aerotrans. PT Maya Gapura Intan juga menggunakan teknologi serupa melalui layanan transportasi antarkota bernama Travl. Layanan yang diluncurkan pada Desember 2025 tersebut telah menerapkan sistem pemantauan sejak awal operasional. Head of Business Unit Travl, Syukron Fadillah Alkautsar, menjelaskan bahwa perusahaan sebelumnya memiliki keterbatasan dalam mengawasi perilaku pengemudi. Namun, integrasi GPS dan kamera AI kini memungkinkan pemantauan secara real-time. Sistem tersebut membantu mendeteksi gangguan konsentrasi, kelelahan, dan perilaku berkendara berisiko. Dengan informasi tersebut, perusahaan dapat memberikan pembinaan kepada pengemudi yang membutuhkan perhatian.
Pemantauan Real-Time Membantu Menjaga Ketepatan Waktu
Ketepatan waktu menjadi salah satu faktor penting dalam layanan transportasi penumpang. Oleh karena itu, Travl memanfaatkan data perjalanan untuk membantu tim operasional mengambil keputusan. Ketika kendaraan menghadapi kemacetan, pengelola dapat menyampaikan informasi mengenai pilihan rute alternatif. Selain itu, data kecepatan membantu perusahaan mengevaluasi perjalanan dan memastikan pengemudi tetap memperhatikan batas kecepatan. Langkah tersebut bertujuan menjaga perkiraan waktu kedatangan atau estimated time of arrival (ETA). Meski teknologi tidak dapat menghilangkan kemacetan, informasi yang tersedia membantu perusahaan merespons perubahan kondisi jalan. Hasilnya, pengelolaan perjalanan berpotensi menjadi lebih terencana.
Baca Juga: Energy Score Galaxy Watch Ultra2 Bantu Pantau Kebugaran, Begini Cara Kerjanya
Perangkat Geotab Menghubungkan Kendaraan dengan Sistem Digital
Geotab menyediakan ekosistem yang menggabungkan informasi kendaraan dalam satu platform. Sistem tersebut menggunakan perangkat telematika GO9 dan kamera AI Go Focus Plus untuk mengumpulkan data operasional. Selanjutnya, informasi ditampilkan melalui platform MyGeotab agar dapat dipantau oleh pengelola armada. Data yang tersedia mencakup posisi kendaraan, aktivitas pengemudi, serta sejumlah indikator kondisi kendaraan. Dengan sistem terintegrasi, perusahaan tidak perlu mengandalkan banyak laporan terpisah untuk memahami aktivitas armada. Selain meningkatkan visibilitas operasional, pendekatan ini dapat membantu perencanaan perawatan kendaraan. Namun, manfaatnya tetap bergantung pada kualitas data dan penerapan sistem.
Google Cloud dan Gemini Mendukung Analisis Data Kendaraan
Pengolahan data menjadi bagian penting dari pengembangan teknologi AI untuk transportasi. Geotab memanfaatkan Google Cloud guna mendukung pemrosesan informasi dalam skala besar. Perusahaan menyebut sistemnya mengolah lebih dari 100 miliar titik data setiap hari. Informasi tersebut berasal dari sekitar enam juta kendaraan dan aset terhubung. Selain itu, Geotab menghadirkan asisten AI bernama Geotab Ace yang didukung Gemini. Fitur ini terintegrasi dengan MyGeotab dan memungkinkan pengguna mencari informasi menggunakan bahasa sehari-hari. Dengan demikian, pengelola dapat menanyakan kondisi armada tanpa selalu menelusuri laporan secara manual. Kemampuan tersebut berpotensi mempercepat analisis dan pengambilan keputusan.
Teknologi AI Membuka Peluang Efisiensi Transportasi Masa Depan
Pengalaman Aerotrans dan Travl menunjukkan bahwa digitalisasi dapat memberikan manfaat bagi pengelolaan transportasi. GPS kini tidak hanya berfungsi sebagai alat pelacak lokasi. Ketika dipadukan dengan kamera pintar dan analisis data, sistem tersebut membantu perusahaan memahami aktivitas kendaraan secara lebih menyeluruh. Namun, keberhasilan teknologi tetap membutuhkan pengemudi terlatih, pengawasan manusia, dan kebijakan penggunaan data yang bertanggung jawab. Selain itu, perusahaan perlu mengukur hasil penerapan secara konsisten agar manfaat ekonominya dapat dinilai dengan jelas. Pada akhirnya, teknologi AI berpotensi menjadi bagian penting dalam menciptakan layanan transportasi yang lebih efisien, aman, dan nyaman.
