August 12, 2026

Cedera Tak Kunjung Usai, Pogba Terancam Dilepas AS Monaco

Cedera Tak Kunjung Usai, Pogba Terancam Dilepas AS Monaco

Prime Headline – Paul Pogba kembali menghadapi periode sulit ketika sedang berusaha membangun kariernya bersama AS Monaco. Gelandang asal Prancis tersebut mengalami cedera lagi dalam rangkaian persiapan menuju musim 2026/2027. Situasi ini menjadi pukulan karena Pogba belum mendapatkan banyak kesempatan bermain sejak bergabung dengan Monaco pada 2025. Ia baru mencatat enam penampilan dengan total sekitar 115 menit. Kini, masalah fisik kembali menghentikan langkahnya ketika kesempatan untuk mendapatkan ritme permainan mulai terbuka. Cedera terbaru bahkan dikabarkan dapat membuatnya absen selama beberapa bulan. Kondisi tersebut membuat masa depannya bersama Monaco semakin tidak pasti. Terlebih lagi, kontraknya hanya tersisa sampai akhir musim 2026/2027. Oleh karena itu, klub harus mempertimbangkan kondisi medis sang pemain sekaligus kebutuhan skuad. Perjalanan Pogba pun kembali berada di persimpangan penting setelah beberapa tahun terakhir penuh tantangan.

Baca Juga: Lucas Digne Tinggalkan Aston Villa, Pulang ke PSG untuk Memulai Babak Baru

Pogba Kembali Dihantam Cedera Saat Pramusim

Harapan untuk melihat Pogba menjalani pramusim dengan lancar kembali terganggu. Masalah muncul ketika Monaco menjalani latihan di St. George’s Park, Inggris, pada Selasa, 11 Agustus 2026. Dalam sesi permainan di area kecil, Pogba ikut berlatih bersama rekan-rekannya. Namun, ia kemudian merasakan nyeri hebat pada kaki kirinya dan tidak mampu melanjutkan latihan. Rekan setim segera menghampiri setelah melihat sang gelandang terjatuh. Insiden tersebut menjadi perhatian karena Pogba sedang berusaha meningkatkan kebugarannya menjelang musim baru. Sebelumnya, masalah fisik juga telah membatasi keterlibatannya bersama Monaco. Oleh sebab itu, cedera baru terasa seperti kemunduran besar dalam proses comeback. Bagi pemain berusia 33 tahun, menjaga kebugaran menjadi semakin penting. Monaco pun membutuhkan informasi medis yang jelas sebelum menentukan langkah berikutnya. Pasalnya, klub tidak dapat sepenuhnya mengandalkan pemain yang belum memiliki kepastian mengenai waktu kembali bermain.

Pemeriksaan MRI Membuka Risiko Absen Beberapa Bulan

Setelah mengalami masalah dalam latihan, Pogba dikabarkan menjalani pemeriksaan MRI untuk mengetahui tingkat cederanya. Cedera hamstring kemudian disebut sebagai masalah terbaru yang mengganggu kondisi sang gelandang. Jika tingkat cederanya cukup serius, masa pemulihan dapat berlangsung selama beberapa bulan. Situasi tersebut jelas bukan kabar ideal menjelang dimulainya kompetisi. Selain itu, Pogba sebelumnya juga dilaporkan sempat menghadapi gangguan pada lutut. Riwayat masalah fisik membuat proses pemulihan perlu dilakukan secara hati-hati. Hamstring yang belum pulih sepenuhnya dapat kembali bermasalah jika pemain terlalu cepat meningkatkan intensitas latihan. Karena itu, tim medis Monaco memiliki peran penting dalam menentukan tahapan pemulihan. Dari sisi pemain, kesabaran juga diperlukan meski keinginan untuk segera kembali tentu sangat besar. Cedera kali ini tidak hanya memengaruhi kesempatan bermain Pogba. Kondisinya juga dapat menentukan arah hubungan profesionalnya dengan Monaco.

Menit Bermain Bersama Monaco Masih Sangat Terbatas

Sejak bergabung dengan Monaco pada 2025, Pogba belum memperoleh kesinambungan yang dibutuhkan untuk membangun kembali performanya. Ia tercatat hanya tampil enam kali dengan total sekitar 115 menit. Angka tersebut sangat kecil bagi pemain yang sebelumnya menjadi bagian penting Manchester United, Juventus, dan tim nasional Prancis. Bahkan selama pramusim 2026/2027, kesempatan bermainnya tetap terbatas. Pogba hanya mendapatkan sekitar 45 menit ketika Monaco menghadapi Saint-Priest dalam pertandingan uji coba. Setelah itu, ia absen dalam empat laga berikutnya. Kondisi ini membuat proses membangun kebugaran pertandingan semakin sulit. Seorang gelandang membutuhkan menit bermain untuk mengembalikan sentuhan, membaca tempo, serta membangun koneksi dengan pemain lain. Namun, rangkaian cedera membuat proses tersebut terus terputus. Akibatnya, Monaco belum benar-benar mendapatkan gambaran mengenai kontribusi yang dapat diberikan Pogba apabila ia mampu bermain secara reguler sepanjang musim.

Kontrak Pogba Tinggal Menyisakan Satu Musim

Situasi kontrak membuat persoalan ini semakin kompleks. Masa kerja Pogba bersama Monaco disebut hanya tersisa sampai akhir musim 2026/2027. Artinya, klub harus menentukan apakah tetap mempertahankannya atau mempertimbangkan pilihan lain. Laporan mengenai kemungkinan perpisahan mulai muncul setelah cedera terbaru tersebut. Salah satu skenario yang disebut adalah penyelesaian kontrak lebih awal melalui kesepakatan kedua pihak. Namun, keputusan seperti itu tentu tidak hanya bergantung pada kondisi fisik pemain. Monaco juga perlu melihat kebutuhan teknis, perencanaan skuad, serta perkembangan pemulihan Pogba. Di sisi lain, sang pemain tentu membutuhkan kepastian mengenai kesempatan melanjutkan kariernya. Karena itu, periode berikutnya akan menjadi penting bagi kedua pihak. Jika pemulihan berjalan cepat, situasinya masih dapat berubah. Sebaliknya, apabila Pogba harus menepi dalam waktu panjang, Monaco memiliki alasan lebih besar untuk meninjau kembali rencana mereka di lini tengah.

Cedera Berulang Menjadi Tantangan Terbesar dalam Comeback

Pada masa terbaiknya, Pogba dikenal sebagai gelandang dengan paket kemampuan yang lengkap. Ia memiliki kekuatan fisik, kreativitas, jangkauan umpan, dan kemampuan membawa bola dari lini tengah. Prestasi tertingginya datang ketika membantu Prancis menjuarai Piala Dunia 2018. Namun, perjalanan kariernya kemudian semakin sering terganggu masalah kebugaran. Dalam kondisi seperti sekarang, kualitas teknis bukan lagi satu-satunya pertimbangan. Ketersediaan pemain sepanjang musim memiliki nilai yang sama pentingnya bagi sebuah klub. Pelatih membutuhkan pemain yang dapat mengikuti latihan dan pertandingan secara konsisten. Cedera berulang membuat hal tersebut sulit tercapai. Selain itu, setiap periode pemulihan panjang membutuhkan waktu tambahan untuk mendapatkan kembali kondisi pertandingan. Inilah tantangan terbesar Pogba saat ini. Ia tidak hanya harus pulih dari cedera terbaru. Sang gelandang juga perlu menemukan cara agar tubuhnya mampu bertahan menghadapi intensitas sepak bola profesional secara berkelanjutan.

Baca Juga: Veda Ega Tampil Tajam di Moto3 Inggris, Honda Beri Pujian

AS Monaco Perlu Menjaga Kedalaman Lini Tengah

Bagi Monaco, persoalan Pogba tidak dapat dilihat hanya dari sisi individual. Klub harus mempersiapkan skuad untuk menjalani musim yang panjang. Apabila seorang gelandang senior harus menepi selama beberapa bulan, staf pelatih membutuhkan alternatif yang dapat langsung dimainkan. Oleh karena itu, cedera Pogba berpotensi memengaruhi strategi Monaco dalam menyusun lini tengah. Klub dapat memberikan kesempatan lebih besar kepada pemain yang sudah tersedia. Namun, mereka juga bisa mencari tambahan pemain apabila kedalaman skuad dianggap belum memadai. Keputusan tersebut harus mempertimbangkan keseimbangan antara kualitas dan ketersediaan. Pogba tetap menawarkan pengalaman yang sulit diabaikan ketika berada dalam kondisi terbaik. Meski demikian, Monaco membutuhkan kepastian agar rencana tim tidak terlalu bergantung pada proses pemulihannya. Dengan musim baru semakin dekat, manajemen tentu harus mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan kompetitif. Faktor inilah yang membuat masa depan Pogba menjadi semakin menarik untuk diperhatikan.

Perpisahan Bisa Menjadi Pilihan, tetapi Belum Tentu Sederhana

Mengakhiri kontrak Pogba lebih cepat mungkin terlihat sebagai solusi praktis bagi Monaco. Namun, proses tersebut tidak selalu sederhana. Klub dan pemain harus mencapai kesepakatan mengenai berbagai aspek kontraktual sebelum kerja sama dapat berakhir. Selain itu, Monaco kemungkinan akan mempertimbangkan perkembangan medis terlebih dahulu. Jika Pogba menunjukkan pemulihan positif, klub masih memiliki alasan untuk memberinya kesempatan. Pengalaman sang pemain dapat berguna, terutama ketika tim membutuhkan ketenangan dan kreativitas di lini tengah. Sebaliknya, periode absen yang terlalu panjang dapat mengubah pertimbangan tersebut. Dari sudut pandang Pogba, keputusan berikutnya juga sangat penting bagi kelanjutan karier. Ia membutuhkan kesempatan bermain setelah beberapa musim yang penuh gangguan. Oleh karena itu, jalan terbaik harus mempertimbangkan kepentingan kedua pihak. Situasi ini menunjukkan bahwa keputusan dalam sepak bola modern tidak hanya berkaitan dengan reputasi pemain, tetapi juga kondisi fisik dan kebutuhan tim.

Masa Depan Pogba Memasuki Fase yang Menentukan

Cedera terbaru membuat beberapa bulan berikutnya berpotensi menentukan masa depan Pogba di level tertinggi. Pada usia 33 tahun, waktu menjadi faktor yang semakin penting. Ia masih memiliki pengalaman dan kemampuan teknis yang dapat membantu sebuah tim. Namun, kondisi tubuh akan menentukan seberapa besar kualitas tersebut dapat digunakan di lapangan. Monaco pun berada dalam posisi yang membutuhkan kepastian. Klub harus mempersiapkan musim 2026/2027 tanpa mengabaikan kemungkinan Pogba membutuhkan waktu pemulihan panjang. Karena itu, perkembangan medis akan menjadi dasar penting sebelum keputusan besar dibuat. Kisah comeback sang gelandang belum sepenuhnya berakhir. Akan tetapi, tantangannya kini semakin berat dibandingkan sebelumnya. Jika mampu kembali bugar dan bermain konsisten, Pogba masih memiliki kesempatan mengubah arah cerita. Jika cedera terus menghambat, perpisahan dengan Monaco bisa menjadi bab berikutnya dalam perjalanan karier mantan juara dunia tersebut.